Sabtu, 12 Maret 2011

TENAGA EKSOGEN

clip_image002

Pertanyaan:

  1. Jelaskan Yang Dimaksud dengan Tenaga Eksogen dan Pengaruhnya terhadap permukaan bumi ?

Jawaban oleh: Ika Anggreni Nor Isti dan I Gd Dodi Widnyana

Bentuk bumi tidak dipengaruhi oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi saja (tenaga endogen). Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi bersifat merusak, meskipun akhirnya ada yang bersifat membangun bentukan bumi yang baru. Tenaga Eksogen berlawanan dengan tenaga endogen yang bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga eksogen yang bekerja pada permukaan buni berasal dari atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Contoh: air, angin,organisme, sinar matahari, dan es.

Pada proses pelapukan tenaga ksogen dapat menghancurkan batuan sekeras apapun tahap demi setahap, seperti haalnya pada pelapukan batuan metamorf, dan batuan beku. Contoh dari tenaga eksogen yang bersifat membangun adalah gumuk pasir yang terdapat di padang – padang pasir luas seperti Gurun Sahara. Tenaga eksogen terdiri atas pelapukan, erosi, sedimentasi, dan tanah bergerak (mass wasting).

1. Pelapukan

Pelapukan adalah proses penghancuran atau perusakan massa batuan kulit bumi antara lain karena pengaruh cuaca, air, angin , dan organisme atau perusakan kulit bumi berupa retak dan pecahnya batuan akibat pengaruh cuaca(suhu,curah hujan, kelembaban, dan angin), organisme, dan bahan kimia. Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Ø Pelapukan mekanis/fisis

Pelapukan mekanik merupakan proses penghancuran batuan menjadi bagian – bagian yang lebih kecil. Pada proses pelapukan ini batuan berubah atau mengalami perubahan pada susunan fisisnya, baik bentuk atau ukurannya. Misalnya yang besar menjadi yang kecil, yang kecil menjadi halus. Akan tetapipada pelapukan ini tidak merubah susunan kimia batuan yang terlapuk.

Pelapukan mekanik disebabkan anatra lain oleh faktor – faktor berikut ini:

a) Adanya perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam hari.

Suhu uadara yang sangat panas pada siang hari mengakibatkan batuan memuai, sedangkan suhu udara yang sangat dingin pada malam hari menyebabkan batuan mengerut. Jika proses tersebut berlangsung secara terus – menerus dalam waktu yang lama, batuan menjadi retak – retak hingga pecah menjadi butiran yang kecil lagi. Pelapukan karena faktor suhu ini pada umumnya terjadi di daerah beriklim kontinental atau daerah gurun.

b) Pembekuan Air di dalam Celah – Celah Batuan.

Volume air akan mengembang jika membeku menjadi kristal – kristal es. Oleh karena itu, air yang terjebak dalam batuan jika membeku mampu menekan batuan hingga pecah. Pelapukan jenis ini umumnya terjadi di daerah beriklim sedang, tetapi memiliki daya pembekuan yang sangat tinggi.

c) Adanya Perubahan Air Garam Mejadi Kristal.

Perubahan air menjadi kristal garam melalui penguapan dapat mengakibatkan garam melalui penguapan dapat mengakibatkan pelapukan batuan, terutama di daerah- daerah pantai. Hal itu karena sifat kristal garam yang sangat tajam hingga mampu merusak karang.

Ø Pelapukan Kimia

Pelapukan kimiawi merupakan proses penghancuran batuan yang disertai dengan perubahan batuan disertai dengan perubahan struktur kimianya. Pelapukan ini terjadi karena adanya pelarutan, terutama dilakukan oleh air hujan. Hal itu karena air hujan banyak mengandung CO2 (zat asam arang) dan asam amoniak yang daya pelarutnya sangat sangat besar. Selain itu, suhu udara yang tinggi mempercepat proses pelapukan kimiawi tersebut. Pelapukan kimiawi terjadi pada daerah kapur(karst).

Bentuk – bentuk hasil pelapukan kimiawi di daerah kapur antara lain berikut ini:

a ) Dolina, yaitu lubang atau semacam sumur yang berbentuk corong. Lubang tersebut terbentuk oleh air hujan sehingga batuan kapur merlarut. Jika pengerjaan tersebut berlangsung terus – menerus, lubang tersebut dapat menjadi makin lebar.

b ) Stalaktit, yaitu batuan panjang menyerupai paku yang menempel di langit – langit gua. Air dari permukaan tanah yang merembes ke dalam gua menetes secara lambat melalui langit – langit gua. Saat menetes terapat kalsium karbonat yang tertinggal sehingga terbentuklah stalaktit.

c ) Stalakmit, yaitu batuan yang bentuk dan proses terjadinya sama dengan stalaktit. Hanya saja letak batuan ini di dasar gua.

d ) Gua dan sungai bawah tanah, yaitu lubang yang terdapat di daerah kapur. Gua ini terjadi akibat pengerjaan terhadap retakan tanah secara terus – menerus hingga menghubungkan lubang – lubang tersebut pada akhirnya dapat membentuk sebuah sungai bawah tanah.

Ø Pelapukan Organik

Pelapukan organik merupakan proses penghancuran batuan oleh organisme, yaitu manusia, binatang, dan tumbuhan.

a ) Manusia dapat mempercepat proses pelapukan melalui kegiatannya dalam mengelola lahan, misalnya penebangan pohon, penambangan, dll.

b ) Binatang yang dapat mempercepat pelapukan antara lain cacing tanah.

c ) Tumbuhan mempercepat pelapukan melalui perkembangan akarnya dan pelepasan zat asam oeh akar sehingga merusak batuan. Oleh karen itu, pelapukan oleh tumbuhan bersifat mekanik dan kimiawi.

  1. Erosi

Erosi adalah proses pengikisan atau penghancuran batuan (datached) dan selanjutnya dipindahkan ke tempat lain oleh air, angin, dan tenaga gravitasi.

1 ) Erosi oleh tenaga aliran air dapat kita lihat pada pembentukan sungai, ngarat, dan lembah. Pada erosi ini terjad pengikisan dan pelebaran dinding sepanjang daerah pengaliran. Kuat atau lemahnya erosi bergantung pada tenaga air dan daya tahan batuan yan dilaluinya. Sebagai contoh, jika kita perhatikan sebuah aliran sungai akan tampak perbedaan alirannya dari hulu, tengah,sampai hilir. Dimana pada bagian hulu arusnya lebih deras daripada arus pada bagian tengah, atau hilir. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kemiringan jalur aliran sungai tersebut.

2 ) Erosi oleh tenaga air laut disebut abrasi atau erosi marine. Abrasi terjadi terhadap dinding pantai oleh hantaman gelombang dan ombak. Proses pengikisan berlangsung sangat cepat karena ombak membawa materi pasir dan kerikil yang dihantamkan ke dinding pantai. Abrasi ini pada akhirnya dapat mempengaruhi bentuk pantai dan dataran dekat pantai. Bentukan alam akibat abrasi antara lain:

v Cliff adalah pantai yang berdinding curam hingga tegak (dinding terjal)

v Dataran abrasi adalah hamparan wilayah yang datar agak miring ke arah laut akibat abrasi. Dataran abrasi ini dapat terlihat jelas pada saat pasang surut.

v Relung, adalah cekungan – cekungan yang terdapat pada dinding cliff.

3 ) Erosi Angin adalah proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan oleh angin. Pengikisa yang dilakukan oleh hembusan angin ini disebut deflasi. Angin yang bertiup kencang membawa butiran krikil atau pasir dan berusaha mengikis setiap batuan yang dilewatinya. Pengikisan oleh angin dengan menggunakan kerikil dan pasir ini disebut korasi. Erosi angin ini umumnya terjadi di daerah gurun.

Bentukan alam yang terjadi akibat deflasi dan korasi antara lain:

v Batu jamur, terbentuk karena korasi, lebih kuat terjadi di bagian bawah daripada bagian atas dari sebuah batu. Hal itu karena di bagian bawah lebih banyak terdapt butiran pasir dan kerikil.

v Numulit, terbentuk karena korasi lebih berpengaruh mengikis bagian yang lunak daripada bagian yang keras dari sebuah batuan.

4 ) Erosi Gletser, terjadi karena pergerakan menurunnya lapisan es (salju) dari puncak bukit atau gunung ke daerah yang lebih rendah. Pergerakan menurunnya lapisan es tersebut disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Sementara itu, kecepatan menurunnya lapisan es dipengaruhi oleh kemiringan lereng. Erosi gletser sering disebut Erosi Glasial.

Bentukan alam yang terjadi akibat erosi glasial adalah moraine.

Bentukan alam lain yang disebabkan oleh erosi adalah:

v Bukit Sisa

Di daerah terentu terdapat bukit kecil yang terisolir di kelilingi oleh dataran rendah dengan sudut lereng terjal. Bukit tersebut terbentuk akibat pengikisan oleh tenaga air (erosi), secara terus – menerus. Bukit tersebut dinamakan Messa. Jikan lebih kecil lagi disebut Hodbag, dan yang terkecil disebut Bute.

v Panaplain

Merupakan dataran luas yang hampir rata sebagai akibat proses perombakan oleh tenaga erosi pada daerah pegunungan atau perbukitan. Puncak gunung yang lazimnya tinggi dan halus, jika terkikis hujan dan melapuk dalam waktu yang lama akhirnya menjadi kasar dan hampir datar. Walaupun begitu kadang kala masih tersisa bukit – bukit kecil yang disebut monadnock.

v Canyon

Merupakan lembah yang luas dan dalam sebagai akibat pengikisan oleh air dalam waktu yang lama.

v Jembatan Alam (Natural Bridge)

Terbentuk akibat pegikisan oleh tenaga air laut (abrasi). Pengikisan yang terus – menerus dalam waktu yang lama, meyebabkan batuan berlubang dengan menyisakan bagian atas hingga menyerupai jembatan.

v Monumen Alam

Tiang –tiang tinggi dari batu yang menjulang tinggi di daerah Amerika terbentuk dari pengikisan oleh tenaga angin (korosi). Tiang – tiang tinggi tersebut merupakan sisa pengikisan (Windgap). Terkadang hembusan angin juga disertai pasir menyebabkan tenaga pengikis semakin kuat.

3. Sedimentasi

Merupakan pengendapan material hasil erosi karena tenaga media pengangkutnya berkurang (menjadi lambat). Jenis – jenis sedimentasi antara lain:

clip_image001 Sedimentasi Fluvial

Yaitu proses pengendapan materi – materio yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat pengendapannya antara lain di dasar sungai, danau, atau muara sungai.

clip_image001[1] Sedimentasi Aelois

Yaitu proses pengendapan materi – materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Bentukan alam hasil pengendapan angin antara lain gumuk pasir (sand dunes), merupakan gundukan – gundukan pasir yang terdapat di daerah pantai atau gurun. Gumuk pasir dapat dijumpai daerah pantai Parangtritis,Jogjakarta.

clip_image001[2] Sedimentasi Marine

Yaitu proses pengendapan materi hasil abrasi di sepanjang pantai.

Hasil proses Sedimentasi antara lain:

¯ Dataran Banjir

Merupakan dataran rendah yang terdapat di kiri kanan sungai. Dataran banjir terbentuk oleh material hasil pengendapan pada saat banjir. Pada waktu banjir mereda arus sungai melemah material yang terangkut sungai mengendap termasuk yang terdapat di kiri kanan sungai.

¯ Kipas Aluvial

Terbentuk di kaki gunung. Kipas aluvial terbentuk dari proses pengendapan material – material yang terkikis di bagian lereng. Di kaki lereng terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga arus sungai melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan.

¯ Tanggul Alam

Terbentuk dari pengendapan material – material sungai di saat banjir. Pada saat air meluap ke kanan kiri sungai , material tanah yaitu pasir dan kerikil ikut terangkut aliran air sungai dan diendapkan di kanan kiri sungai ketika banjir mereda. Pengendapan terjadi terus – menerus sehingga lama – kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul.

¯ Delta

Terbentuk dari pengendapan material yang diangkut sungai di daerah muara. Di saat aliran sungai mendekati laut tenaga alirannya melemah karena pengaruh air laut yang menuju daratan. Akibatnya material yang dibawa sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta.

¯ Tombolo

Terbentuk dari endapan pasir dan kerikil hasil pengendapan arus yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan yang lebih luas. Contohnya di Jimbaran (Bali) dan Pangandaran ( Jawa Barat).

¯ Spit

Terbentuk dari hasil pengendapan material pasir dan kerikil di pantai yan berdekatan dengan teluk, dan dipengaruhi oleh arus laut yang sejajar dengan garis pantai.

¯ Gosong Sungai

Terbentuk akibat arus sungai yang lemah pada bagian tertentu dari sungai, sehingga menyebabkan terendapnya material pasir dan kerikil yang diangkut arus sungai.

4. Tanah Bergerak (Mass Wasting)

Kita sering mendengar peristiwa tanah longsor, baik berupa tanah maupun bersama dengan vegetasi dan batuan yang ada. Tanah terssebut dapat longsor karena adanya gaya berat atau pengaruh gravitasi bumi. Perpindahan masa tanah dan batuan karena gaya berat disebut tanah bergerak/mass wasting/ massa movement. Gerakan tanah dapat terjadi apabila gaya – gaya yang menahan masa tanah di lereng lebih kecil dari pada gaya yang mendorong atau meluncurkan tanah sepanjang lereng. Gaya yang menahan masa tanah disepanjang lereng. Dipengaruhi kedudukan muka air tanah, daya ikat tanah, dan sudut dalam tahanan geser tanah yang berkerja di sepanjang bidang luncuran. Gaya pendorong tersebut dipengaruhi diantaranya oleh kandungan air, beban bangunan dan berat massa tanah. Faktor utama penyebab gerakan tanah adalah.....

Faktor Penyebab

Mekanisme Utama

Hilangnya penahan material

a. Akibat erosi

b. Pelapukan

c. Kemiringan lereng bertambah oleh gerakan tanah.

Kelebihan beban tanah

a. Air hujan yang meresap pada tanah.

b. Penimbunan bangunan.

c. Adanya genangan di lereng bagian atas

Getaran

a. Gempa Bumi

b. Getaran karena ulah manusia.

Tekanan lateral

a. Pengisan air di pori- pori antar butir tanah.

b. Pengembangan tanah

Bentuk – bentuk massa wasting gerakan tanah mempunyai kecepatan yang beragam. Hal itu di sebabkan oleh berbagai faktor antara lain, kemiringan lereng dan material yang bergerak. Kecepatan pergerakan tanah berpengaruh terhadap massa wasting antara lain:

  • Rayapan Tanah (Soil Crop), merupakan gerakan tanah yang sangat lambat pada lereng yang landai.
  • Soli Fluction adalah pecahan batuan jenuh air yang mengalir pelan – pelan menuruni lereng.
  • Tanah Mengalir (Earth Flow) merupakan gerakan tanah yang jenuh air bercampur dengan liat atau debu yang menuruni lereng yang landai.
  • Tanah Longsor ( Land Slide), merupakan gerakan secara cepat material campuran yang kering menuruni lereng, umumnya berupa tanah. Meskipun bergerak cepat, tetapi ,masih dapat terlihat oleh mata
  • Tanah Amblas (subsidence), merupakan gerakan tanah ke arah vertikal yang terjadi secara lambat.

Gerakan tanah dikatan longsoran apabila material longsoran bergerak lamban. Beberapa jenis longsoran di antaranya berupa nendatan yang diikuti rekahan , belahan, apabila gerakannya sangat lamban disebut rayapan. Jenis longsoran ini terjadi di Cianjur Selatan, Sumedang, serta Banjar Negara.

Penyebab longsor:

Gerakan tanah disebut runtuhan apabila material berupa batu runtuh dari tebing. Runtuhan terjadi pada penggalian batu, tebing pantai yang curam atau tebing jalan. Longsor dapat terjadi jika dipenuhi tiga keadaan yaitu,

  1. Lereng yang cukup curam sehingga volume tanah dapat bergerak atau meluncur ke bawah.
  2. Terdapat lapisa di bawah permukaan tanah yang agak kedap air dan lunak, yang akan merupakan bidang luncur.
  3. Terdapat cukup air di dalam tanah sehingga lapisan tanah di atas lapisan kedap air tadi menjadi runtuh.

Bahaya lingkungan terutama longsor disebabkan karena jalur patahan gempa membuat batuan kurang kurang kuat dan membentuk lereng terjal serta struktur batuan tidak masif. Selain karena faktor lereng, longsoran dapat terjadi karena kondisi tanah, curah hujan, topografi, dan vegetasi. Kondisi seperti itu akan semakin buruk jika curah hujan mencapai 250 – 600mm/tahun terutama di pulau Jawa.

Tanah longsor juga diakibatkan oleh prilaku warga yang memicu terjadinya longsoran, seperti memotong dan mengupas lereng untuk pengembangan bangunan, pemukiman, penggundulan hutan, pencetakan sawah di lereng terjal dan mendirikan rumah yang berdekatan dengan tebing terjal.

Bencana longsor selain dapat mengakibatkan kerugian ekonomi seperti rusaknya insfrastruktur di bagian rumah, dan kerugian ekonomi lain seperti terputusnya sarana transportasi, juga paling memilukan adalah besarnya dampak sosial yang terjadi seperti korban jiwa dan luka- luka belum lagi kehilangan harta benda. Rusaknya sarana jalan dan jembatan yang ada menyebabkan usia jalan dan jembatan menjadi relatif pendek disamping mempersulit upaya penanganan dan perbaikannya. Mobilisasi peralatan guna penanganan, perbaikan maupun pemeliharaan menjadi semakin sulit dan mahal.

Pertanyaan

2. Uraikan yang dimaksud dengan pelapukan mekanis dan sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhinya!

Jawaban oleh: Ni Km Sri Adnyani

Anda pasti pernah melihat sebuah batu yang ditumbuhi lumut. Lama – kelamaan batu tersebut akan hancur menjadi tanah. Hal tersebutlah yang dinamakan dengan pelapukan. Jadi pelapukan adalah proses penghancuran atau perusakan massa batuan kulit bumi antara lain karena pengaruh cuaca, air, angin , dan organisme atau perusakan kulit bumi berupa retak dan pecahnya batuan akibat pengaruh cuaca (suhu,curah hujan, kelembaban, dan angin), organisme, dan bahan kimia.

Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Ø Pelapukan mekanis/fisis

Pelapukan mekanik merupakan proses penghancuran batuan menjadi bagian – bagian yang lebih kecil. Pada proses pelapukan ini batuan berubah atau mengalami perubahan pada susunan fisisnya, baik bentuk atau ukurannya. Misalnya yang besar menjadi yang kecil, yang kecil menjadi halus. Akan tetapipada pelapukan ini tidak merubah susunan kimia batuan yang terlapuk.

Pelapukan mekanik disebabkan anatra lain oleh faktor – faktor berikut ini:

b) Adanya perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam hari.

Suhu uadara yang sangat panas pada siang hari mengakibatkan batuan memuai, sedangkan suhu udara yang sangat dingin pada malam hari menyebabkan batuan mengerut. Jika proses tersebut berlangsung secara terus – menerus dalam waktu yang lama, batuan menjadi retak – retak hingga pecah menjadi butiran yang kecil lagi. Pelapukan karena faktor suhu ini pada umumnya terjadi di daerah beriklim kontinental atau daerah gurun.

b) Pembekuan Air di dalam Celah – Celah Batuan.

Volume air akan mengembang jika membeku menjadi kristal – kristal es. Oleh karena itu, air yang terjebak dalam batuan jika membeku mampu menekan batuan hingga pecah. Pelapukan jenis ini umumnya terjadi di daerah beriklim sedang, tetapi memiliki daya pembekuan yang sangat tinggi.

c) Adanya Perubahan Air Garam Mejadi Kristal.

Perubahan air menjadi kristal garam melalui penguapan dapat mengakibatkan garam melalui penguapan dapat mengakibatkan pelapukan batuan, terutama di daerah- daerah pantai. Hal itu karena sifat kristal garam yang sangat tajam hingga mampu merusak karang.

Ø Pelapukan Kimia

Pelapukan kimiawi merupakan proses penghancuran batuan yang disertai dengan perubahan batuan disertai dengan perubahan struktur kimianya. Pelapukan ini terjadi karena adanya pelarutan, terutama dilakukan oleh air hujan. Hal itu karena air hujan banyak mengandung CO2 (zat asam arang) dan asam amoniak yang daya pelarutnya sangat sangat besar. Selain itu, suhu udara yang tinggi mempercepat proses pelapukan kimiawi tersebut. Pelapukan kimiawi terjadi pada daerah kapur(karst).

Bentuk – bentuk hasil pelapukan kimiawi di daerah kapur antara lain berikut ini:

a ) Dolina, yaitu lubang atau semacam sumur yang berbentuk corong. Lubang tersebut terbentuk oleh air hujan sehingga batuan kapur merlarut. Jika pengerjaan tersebut berlangsung terus – menerus, lubang tersebut dapat menjadi makin lebar.

b ) Stalaktit, yaitu batuan panjang menyerupai paku yang menempel di langit – langit gua. Air dari permukaan tanah yang merembes ke dalam gua menetes secara lambat melalui langit – langit gua. Saat menetes terapat kalsium karbonat yang tertinggal sehingga terbentuklah stalaktit.

c ) Stalakmit, yaitu batuan yang bentuk dan proses terjadinya sama dengan stalaktit. Hanya saja letak batuan ini di dasar gua.

d ) Gua dan sungai bawah tanah, yaitu lubang yang terdapat di daerah kapur. Gua ini terjadi akibat pengerjaan terhadap retakan tanah secara terus – menerus hingga menghubungkan lubang – lubang tersebut pada akhirnya dapat membentuk sebuah sungai bawah tanah.

Ø Pelapukan Organik

Pelapukan organik merupakan proses penghancuran batuan oleh organisme, yaitu manusia, binatang, dan tumbuhan.

a ) Manusia dapat mempercepat proses pelapukan melalui kegiatannya dalam mengelola lahan, misalnya penebangan pohon, penambangan, dll.

b ) Binatang yang dapat mempercepat pelapukan antara lain cacing tanah.

c ) Tumbuhan mempercepat pelapukan melalui perkembangan akarnya dan pelepasan zat asam oeh akar sehingga merusak batuan. Oleh karen itu, pelapukan oleh tumbuhan bersifat mekanik dan kimiawi.

Pertanyaan:

3. Jelaskan Proses Terbentuknya tanggul alam!

Jawaban oleh : Ni Pt Juniani

Jika anda pernah menonton berita terutamanya tentang banjir anda pasti melihat, endapan – endapan yang berada di bibir sungai. Hal tersebutlah yang dinamakan dengan tanggul alam jadi tanggul alam merupakan terbentuk dari pengendapan material – material sungai di saat banjir. Pada saat air meluap ke kanan kiri sungai , material tanah yaitu pasir dan kerikil ikut terangkut aliran air sungai dan diendapkan di kanan kiri sungai ketika banjir mereda. Pengendapan terjadi terus – menerus sehingga lama – kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul. Selain tanggul alam terdapat juga bentukan – bentukan alam lainnya sselain tanggul alam yaitu:

¯ Dataran Banjir

Merupakan dataran rendah yang terdapat di kiri kanan sungai. Dataran banjir terbentuk oleh material hasil pengendapan pada saat banjir. Pada waktu banjir mereda arus sungai melemah material yang terangkut sungai mengendap termasuk yang terdapat di kiri kanan sungai.

¯ Kipas Aluvial

Terbentuk di kaki gunung. Kipas aluvial terbentuk dari proses pengendapan material – material yang terkikis di bagian lereng. Di kaki lereng terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga arus sungai melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan.

¯ Delta

Terbentuk dari pengendapan material yang diangkut sungai di daerah muara. Di saat aliran sungai mendekati laut tenaga alirannya melemah karena pengaruh air laut yang menuju daratan. Akibatnya material yang dibawa sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta.

¯ Tombolo

Terbentuk dari endapan pasir dan kerikil hasil pengendapan arus yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan yang lebih luas. Contohnya di Jimbaran (Bali) dan Pangandaran ( Jawa Barat).

¯ Spit

Terbentuk dari hasil pengendapan material pasir dan kerikil di pantai yan berdekatan dengan teluk, dan dipengaruhi oleh arus laut yang sejajar dengan garis pantai.

¯ Gosong Sungai

Terbentuk akibat arus sungai yang lemah pada bagian tertentu dari sungai, sehingga menyebabkan terendapnya material pasir dan kerikil yang diangkut arus sungai.

Pertanyaan :

4. Sebutkan Bentuk Kenampakan Muka Bumi Akibat proses Sedimentasi!

Jawaban Oleh : Ni Pt Dewi Suratni Putri

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut saya akan mengulas tentang Sedimentasi. Sedimentasi merupakan pengendapan material hasil erosi karena tenaga media pengangkutnya berkurang (menjadi lambat). Jenis – jenis sedimentasi antara lain:

clip_image001[3] Sedimentasi Fluvial

Yaitu proses pengendapan materi – materio yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat pengendapannya antara lain di dasar sungai, danau, atau muara sungai.

clip_image001[4] Sedimentasi Aelois

Yaitu proses pengendapan materi – materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Bentukan alam hasil pengendapan angin antara lain gumuk pasir (sand dunes), merupakan gundukan – gundukan pasir yang terdapat di daerah pantai atau gurun. Gumuk pasir dapat dijumpai daerah pantai Parangtritis,Jogjakarta.

clip_image001[5] Sedimentasi Marine

Yaitu proses pengendapan materi hasil abrasi di sepanjang pantai.

Hasil proses Sedimentasi antara lain:

¯ Dataran Banjir

Merupakan dataran rendah yang terdapat di kiri kanan sungai. Dataran banjir terbentuk oleh material hasil pengendapan pada saat banjir. Pada waktu banjir mereda arus sungai melemah material yang terangkut sungai mengendap termasuk yang terdapat di kiri kanan sungai.

¯ Kipas Aluvial

Terbentuk di kaki gunung. Kipas aluvial terbentuk dari proses pengendapan material – material yang terkikis di bagian lereng. Di kaki lereng terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga arus sungai melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan.

¯ Tanggul Alam

Terbentuk dari pengendapan material – material sungai di saat banjir. Pada saat air meluap ke kanan kiri sungai , material tanah yaitu pasir dan kerikil ikut terangkut aliran air sungai dan diendapkan di kanan kiri sungai ketika banjir mereda. Pengendapan terjadi terus – menerus sehingga lama – kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul.

¯ Delta

Terbentuk dari pengendapan material yang diangkut sungai di daerah muara. Di saat aliran sungai mendekati laut tenaga alirannya melemah karena pengaruh air laut yang menuju daratan. Akibatnya material yang dibawa sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta.

¯ Tombolo

Terbentuk dari endapan pasir dan kerikil hasil pengendapan arus yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan yang lebih luas. Contohnya di Jimbaran (Bali) dan Pangandaran ( Jawa Barat).

¯ Spit

Terbentuk dari hasil pengendapan material pasir dan kerikil di pantai yan berdekatan dengan teluk, dan dipengaruhi oleh arus laut yang sejajar dengan garis pantai.

¯ Gosong Sungai

Terbentuk akibat arus sungai yang lemah pada bagian tertentu dari sungai, sehingga menyebabkan terendapnya material pasir dan kerikil yang diangkut arus sungai.

Pertanyaan :

5. Jelaskan yang dimaksud dengan sedimentasi aeolis dan sebutkan contohnya!

Jawaban Oleh: I Gd Eddy Pramana A.

Sedimentasi merupakan pengendapan material hasil erosi karena tenaga media pengangkutnya berkurang (menjadi lambat). Jadi sebelum saya akan menjelaskan tentang sedimentasi, terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang Erosi. Jika anda pernah melintas di pantai Candidasa, anda akan melihat air laut dari hari ke hari semakin mendekat ke badan jalan. Hal tersebut terjadi karena pengikisan terus menerus terhadap pantai Candidasa. Tidak hanya di pantai jika anda melihat di bukit – bukit di Pancasari Buleleng, ketinggiannya semakin berkurang dari tahun ke tahun hal itu juga di sebabkan pengikisan oleh air hujan. Jadi kesimpulannya Erosi adalah proses pengikisan atau penghancuran batuan (datached) dan selanjutnya dipindahkan ke tempat lain oleh air, angin, dan tenaga gravitasi. Jenis – jenis erosi:

1 ) Erosi oleh tenaga aliran air dapat kita lihat pada pembentukan sungai, ngarat, dan lembah. Pada erosi ini terjad pengikisan dan pelebaran dinding sepanjang daerah pengaliran. Kuat atau lemahnya erosi bergantung pada tenaga air dan daya tahan batuan yan dilaluinya. Sebagai contoh, jika kita perhatikan sebuah aliran sungai akan tampak perbedaan alirannya dari hulu, tengah,sampai hilir. Dimana pada bagian hulu arusnya lebih deras daripada arus pada bagian tengah, atau hilir. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kemiringan jalur aliran sungai tersebut.

2 ) Erosi oleh tenaga air laut disebut abrasi atau erosi marine. Abrasi terjadi terhadap dinding pantai oleh hantaman gelombang dan ombak. Proses pengikisan berlangsung sangat cepat karena ombak membawa materi pasir dan kerikil yang dihantamkan ke dinding pantai. Abrasi ini pada akhirnya dapat mempengaruhi bentuk pantai dan dataran dekat pantai. Bentukan alam akibat abrasi antara lain:

v Cliff adalah pantai yang berdinding curam hingga tegak (dinding terjal)

v Dataran abrasi adalah hamparan wilayah yang datar agak miring ke arah laut akibat abrasi. Dataran abrasi ini dapat terlihat jelas pada saat pasang surut.

v Relung, adalah cekungan – cekungan yang terdapat pada dinding cliff.

3 ) Erosi Angin adalah proses pengikisan batuan atau tanah yang dilakukan oleh angin. Pengikisa yang dilakukan oleh hembusan angin ini disebut deflasi. Angin yang bertiup kencang membawa butiran krikil atau pasir dan berusaha mengikis setiap batuan yang dilewatinya. Pengikisan oleh angin dengan menggunakan kerikil dan pasir ini disebut korasi. Erosi angin ini umumnya terjadi di daerah gurun.

Bentukan alam yang terjadi akibat deflasi dan korasi antara lain:

v Batu jamur, terbentuk karena korasi, lebih kuat terjadi di bagian bawah daripada bagian atas dari sebuah batu. Hal itu karena di bagian bawah lebih banyak terdapt butiran pasir dan kerikil.

v Numulit, terbentuk karena korasi lebih berpengaruh mengikis bagian yang lunak daripada bagian yang keras dari sebuah batuan.

4 ) Erosi Gletser, terjadi karena pergerakan menurunnya lapisan es (salju) dari puncak bukit atau gunung ke daerah yang lebih rendah. Pergerakan menurunnya lapisan es tersebut disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Sementara itu, kecepatan menurunnya lapisan es dipengaruhi oleh kemiringan lereng. Erosi gletser sering disebut Erosi Glasial.

Bentukan alam yang terjadi akibat erosi glasial adalah moraine.

Bentukan alam lain yang disebabkan oleh erosi adalah:

v Bukit Sisa

Di daerah terentu terdapat bukit kecil yang terisolir di kelilingi oleh dataran rendah dengan sudut lereng terjal. Bukit tersebut terbentuk akibat pengikisan oleh tenaga air (erosi), secara terus – menerus. Bukit tersebut dinamakan Messa. Jikan lebih kecil lagi disebut Hodbag, dan yang terkecil disebut Bute.

v Panaplain

Merupakan dataran luas yang hampir rata sebagai akibat proses perombakan oleh tenaga erosi pada daerah pegunungan atau perbukitan. Puncak gunung yang lazimnya tinggi dan halus, jika terkikis hujan dan melapuk dalam waktu yang lama akhirnya menjadi kasar dan hampir datar. Walaupun begitu kadang kala masih tersisa bukit – bukit kecil yang disebut monadnock.

v Canyon

Merupakan lembah yang luas dan dalam sebagai akibat pengikisan oleh air dalam waktu yang lama.

v Jembatan Alam (Natural Bridge)

Terbentuk akibat pegikisan oleh tenaga air laut (abrasi). Pengikisan yang terus – menerus dalam waktu yang lama, meyebabkan batuan berlubang dengan menyisakan bagian atas hingga menyerupai jembatan.

v Monumen Alam

Tiang –tiang tinggi dari batu yang menjulang tinggi di daerah Amerika terbentuk dari pengikisan oleh tenaga angin (korosi). Tiang – tiang tinggi tersebut merupakan sisa pengikisan (Windgap). Terkadang hembusan angin juga disertai pasir menyebabkan tenaga pengikis semakin kuat.

Berikut contoh – contoh gambar tentang erosi

Kembali ke sedimentasi, Sedimentasi merupakan pengendapan material hasil erosi karena tenaga media pengangkutnya berkurang (menjadi lambat). Jenis – jenis sedimentasi antara lain:

clip_image001[6] Sedimentasi Fluvial

Yaitu proses pengendapan materi – materio yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat pengendapannya antara lain di dasar sungai, danau, atau muara sungai.

clip_image001[7] Sedimentasi Aelois

Yaitu proses pengendapan materi – materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Bentukan alam hasil pengendapan angin antara lain gumuk pasir (sand dunes), merupakan gundukan – gundukan pasir yang terdapat di daerah pantai atau gurun. Gumuk pasir dapat dijumpai daerah pantai Parangtritis,Jogjakarta, dan juga dapat terjadi di gurun – gurun besar seperti Gurun Sahara.

clip_image001[8] Sedimentasi Marine

Yaitu proses pengendapan materi hasil abrasi di sepanjang pantai.

Hasil proses Sedimentasi antara lain:

¯ Dataran Banjir

Merupakan dataran rendah yang terdapat di kiri kanan sungai. Dataran banjir terbentuk oleh material hasil pengendapan pada saat banjir. Pada waktu banjir mereda arus sungai melemah material yang terangkut sungai mengendap termasuk yang terdapat di kiri kanan sungai.

¯ Kipas Aluvial

Terbentuk di kaki gunung. Kipas aluvial terbentuk dari proses pengendapan material – material yang terkikis di bagian lereng. Di kaki lereng terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga arus sungai melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan.

¯ Tanggul Alam

Terbentuk dari pengendapan material – material sungai di saat banjir. Pada saat air meluap ke kanan kiri sungai , material tanah yaitu pasir dan kerikil ikut terangkut aliran air sungai dan diendapkan di kanan kiri sungai ketika banjir mereda. Pengendapan terjadi terus – menerus sehingga lama – kelamaan semakin tinggi menyerupai tanggul.

¯ Delta

Terbentuk dari pengendapan material yang diangkut sungai di daerah muara. Di saat aliran sungai mendekati laut tenaga alirannya melemah karena pengaruh air laut yang menuju daratan. Akibatnya material yang dibawa sungai mengendap di lokasi ini dan membentuk delta.

¯ Tombolo

Terbentuk dari endapan pasir dan kerikil hasil pengendapan arus yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan yang lebih luas. Contohnya di Jimbaran (Bali) dan Pangandaran ( Jawa Barat).

¯ Spit

Terbentuk dari hasil pengendapan material pasir dan kerikil di pantai yan berdekatan dengan teluk, dan dipengaruhi oleh arus laut yang sejajar dengan garis pantai.

¯ Gosong Sungai

Terbentuk akibat arus sungai yang lemah pada bagian tertentu dari sungai, sehingga menyebabkan terendapnya material pasir dan kerikil yang diangkut arus sungai.

SELESAI

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar: