Sabtu, 12 Maret 2011

PERCOBAAN INGENHOUZ

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sel merupakan unit (satuan, zarah) terkecil dari mahluk hidup yang dapat melaksanakan hehidupan. Sel disebut unit terkecil karena sudah tidak dapat dibagi – bagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan, seperti respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan peka terhadap rangsangan (Syamsuri,2007).

Dilihat dari organel yang menyusun sel hewan maupun sel tumbuhan, terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan ini. Organel yang umumnya tidak dimilki oleh sel hewan, namun dimilki oleh sel tumbuhan adalah kroloplas.Organel kroloplas adalah bagian dari organel plastida yang mengandung krolofil. Organel ini memungkinkan tumbuhan untuk memproduksi makanannya sendiri (autotrof). Secara kasar krolofil berfungsi dalam pembentukan makanan. Proses pembentukan makanan (energi) ini sering disebut dengan istilah fotosintesis (foto = cahaya, sintesis = penyusun). Fotosintesis adalah suatu mekanisme penyusunan energi pada tanaman berkrolofil dengan bantuan cahaya matahari.

Proses fotosintesis terbagi atas dua tahapan yaitu tahap reaksi terang dan tahap reaksi gelap. Reaksi terang adalah reaksi yang membutuhkan energi cahaya, khusunya cahaya matahari sedangkan reaksi gelap adalah suatu reaksi yang tidak membutuhkan cahaya matahari.

Cahaya matahari merupakan suatu radiasi (gelombang elektromagnetik) yang memancarkan jenis – jenis gelombang berbeda, seperti sinar gamma, sinar x, sinar uv, sinar tampak, gelombang mikro dan gelombang radio. Cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk melangsungkan proses fotosintesis adalah cahaya (sinar) tampak. Jenis sinar ini memilki panjang gelombang yang berbeda – beda, dari sinar merah, (panjang gelombang terbesar), hingga sinar ungu (panjang gelombang terpendek), perbedaan panjang gelombang memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap proses fotosintesis.

Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh jumlah CO2, keadaan lingkungan tempat tumbuhan itu hidup,misalnya saja suhu.

Dalam proses ini selain menghasilkan energi (dalam bentuk amilum), fotosintesis juga menghasilkan O2(g). Kecepatan fotosintesis suatu tanaman hijau (berkrolofil) dapat terlihat dari jumlah gas oksigen yang dihasilkan.

Untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan intensitas cahaya , pengaruh perbedaan panjang gelombang sinar tampak matahari yang diterima tumbuhan dalam fotosintesis dan faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis pada tanaman, merupakan motivasi bagi penulis menyelesaikan laporan yang didasarkan pada hasil percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan hydrilla sebagai sample tanaman berkrolofil , selain untuk memenuhi tugas biologi.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil?

1.2.2 Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil?

1.2.3 Bagaimana pengaruh kadar CO2 (NaHCO3), terhadap fotosintesis tanaman berkrolofil?

1.3 Batasan Masalah

Kami membatasi penelitian sederhana ini, dengan meneliti dan menganalisa hasil percobaan yang telah kami lakukan.

1.4 Hipotesa

Proses fotosintesis akan berjalan secara optimum pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup, suhu yang optimum, dan jumlah gas CO2 mencukupi.

1.5 Variabel

1.5.1 Variabel terikat adalah jumlah gelembung yang muncul.

1.5.2 Variabel bebas adalah intensitas sinar matahari, NaHCO3, dan suhu, kertas minyak,

1.5.3 Variabel kontrol adalah jumlah dan jenis hydrila yang digunakan.

1.6 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian kami :

1.6.1 Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil.

1.6.2 Mengetahui pengaruh suhu terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil.

1.6.3 Mengetahui pengaruh kadar CO2 (NaHCO3), terhadap fotosintesis tanaman berkrolofil.

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Fotosintesis

Fotosintesis berasal dari kata foton= cahaya dan sintesis= penyusunan. Fotosintesis adalah peristiwa penyusunan zat organik ( gula ) dari zat anorganik ( air,karbondioksida ) dengan pertolongan energi cahaya.oleh karena bahan baku yang digunakan adalah zat karbon( karbondioksida) maka fotosintesis dapat juga disebut asimilasi karbon (Syamsuri,2007).

2.2 Proses fotosintesis

Proses fotosintesis merupakan kebalikan dari proses respirasi. Proses respirasi bertujuan memecah gula menjadi karbon dioksida, air, dan energi.sebaliknya proses fotosintesis mereaksikan karbondioksida dan air menjadi gula dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses fotosintesis pada umumnya berlangsung pada tmbuhan berklorofil pada waktu siang hari. Fotosintesis dapat terjadi pada malam hari asalkan ada sumber cahaya misalnya cahaya lampu. Secara singkat persamaan reaksi fotosintesis yang terjadi di alam dapat dituliskan sebagai berikut:

cahaya matahari

6CO2 + 12 H2O C6H12O6 +6 O2 + 6H2O

Klorofil

Reaksi fotosintesis terjadi pada membran fotosintesis tumbuhan. Pada bakteri fotosintesis membran tersebut merupakan lipatan memban sel. Pada tumbuhan, alga dan protista bersel satu (misalnya euglena), semua reaksi fotosintesis terjadi dalam organel sel yang disebut kloroplas. Kloroplas mepunyai sistem membran dalam. Membran ini terorganisasi menjadi kantong pipih berbentuk cakram yang disebut tilakoid. Tumpukan tilakoid disebut grana. Tiap-tiap tilakoid merupakan ruang tertutup dan berfungsi sebagai tempat pembentukan ATP. Disekeliling tilakoid terdapat cairan yang disebut stroma. Stroma mengandung enzim yang berperan dalam reaksi fotosintesis.

2.3 Cahaya yang Berperan dalam Fotosintesis

Fotosintesis memerlukan cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Cahaya matahari terdiri dari banyak panjang gelombang yang berbeda – beda. Cahaya yang berperan untuk fotosintesis adalah cahaya tampak. Gelombang cahaya tampak yang terpendek adalah cahaya ungu, dan yang terpanjang adalah cahaya merah.

Didalam kloroplas terkandung beberapa jenis pigmen, yaitu karotenoid. Krolofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Klorofil a mampu menyerap terutama cahaya merah dan biru ungu. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Klorofil a terlihat hijau karena memantulkan cahaya hijau. Klorofil b, menyerap terutama cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya hijau-kuning.

Karotenoid, adalah pigmen kuning oranye yang menyerap cahaya biru-hijau. Klorofil b dan karotenoid tidak berperan langsung dalam reaksi terang tapi mereka memperluas kisaran cahaya yang dapat digunakan oleh tumbuhan. Kedua pigmen ini meneruskan energi cahaya yang mereka serap ke klorofil a, dan kemudian menyimpan energi untuk kegiatan teaksi terang.

2.4 Tahapan Proses Fotosintesis

Proses, fotosintesis merupakan rangkaian dari proses penangkapan energi cahaya, aliran elektron dan penggunaan energi yang dilepaskan oleh elektron untuk menghasilkan zat organik.

2.4.1 Penangkan Energi Cahaya (Fotosistem)

Ketika krolofil menyerap energi foton dari cahaya ,elektron pada klorofil akan terlepas ke orbit luar. Elektron ini akan ditangkap oleh penerima elektron yaitu plastokuinon. Unit penangkapan elektron ini disebut fotosistem.

2.4.2 Aliran Elektron

Ada dua macam aliran elektron yaitu, elektron dari fotosistem II (P680) yang bersifat nonsiklis dan dari fotosistem I (P700) yang bersifat siklis.

2.4.3 Siklus Calvin

Siklus ini merupakan proses penggunaan ATP dan NADPH, untuk mengubah CO2 menjadi gula (Glukosa, Maltosa, Fruktosa, Amilum) hasil akhir dari siklus Calvin adalah gliseraldehid 3-fosfat(G3P). Suatu senyawa antara yang dipakai untuk membentuk senyawa gula (karbohidrat). Untuk membentuk membentuk I molekul 1 G3P. siklus calvin harus berjalan 3 kali. Siklus calvin dapat dibagi dalam tiga fase yaitu Pengikatan (fiksasi) CO2, reduksi pembentukan RuBP.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang kami pergunakan dalam adalah metode eksperimen.

3.2 Tempat Penelitian

Kami melakukan percobaan ini di Laboratorium Biologi SMA N 1 Amlapura

3.3 Waktu Penelitian

Percobaan dilaksankan pada pukul 8.50 hari Selasa, 29 September 2009

3.4 Alat dan Bahan


  • Alat
    • Gelas kimia.
    • Tabung reaksi.
    • Kawat penyangga.
    • Alat hitung.
    • Stopwach.
    • Baskom.
    • Corong kaca.
    • Thermometer.
    • Benang
    • Karet gelang
  • Bahan
    • Air
    • Hydrilla ferticilata
    • NaHCO3.
    • Es batu.
    • Kertas Minyak merah, kuning, hijau, biru.


3.5 Langkah Kerja

  1. Disiapkan alat dan bahan.
  2. Dimasukkan 5 buah hydrilla yang sudah diikat dengan karet dan benang ke dalam corong.
  3. Diikatkan benang tersebut pada corong.
  4. Ditutup corong dengan tabung reaksi.
  5. Dimasukkan corong tersebut ke dalam gelas kimia yang telah diisi dengan air dalam baskom berisi air dengan posisi terbalik.
  6. Dipasang kawat penyangga.
  7. Diberi label masing – masing gelas kimia.
  8. Ditempatkan masing – masing gelas kimia. Gelas kimia A, pada tempat teduh(dalam ruangan), gelas kimia B pada tempat terkena sinar matahari langsung, gelas kimia C pada tempat sinar matahari langsung dan ditambahkan air hangat (suhu = 350 C), gelas kimia D pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung dan ditambahkan es (suhu 150 C), pada gelas kimia E, diletakkan pada tempat terkena sinar matahari langsung dan ditambah NaHCO, gelas kimia F ditutup dengan kertas minyak hijau diletakkan di tempat terkena cahaya matahari langsung, gelas kimia G ditutup dengan kertas minyak biru, diletakkan ditempat terkena cahaya matahari langsung, gelas kimia H ditutup dengan kertas minyak merah, diletakkan pada tempat terkena cahaya matahari langsung, gelas kimia I ditutup dengan kertas minyak kuning

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Tabel Hasil Penelitian

Adapun hasil penelitian kami sebagai berikut,

TABUNG

Perlakuan

5 Menit I

5 Menit II

5 Menit III

A

Tempat Redup

60

25

23

B

Tempat Terang

571

745

711

C

Suhu 350

1080

2104

2971

D

Suhu 150

60

25

23

E

Ditambah NaHCO3

438

610

670

F

Dibungkus Kertas Hijau

1027

1018

1155

G

Dibungkus Kertas Biru

161

281

283

H

Dibungkus Kertas Merah

102

461

603

I

Dibungkus Kertas Kuning

226

194

86

4.2 Grafik Hasil Penelitian

Keterangan :

Pada grafik pengamatan terhadap intensitas cahaya, terlihat perbandingan jumlah gelembung yang tebentuk pada tabung yang diletakkan di tempat terang jauh lebih banyak dibandingkan jumlah gelembung tabung yang diletakkan di tempat redup.

Pada grafik pengamatan terhadap terhadap suhu, terlihat bahwa pada suhu 35 derajat celcius jumlah gelembungnya lebih banyak dibandingkan jumlah gelembung pada suhu 15 derajat celcius

Pada grafik pengamatan spectrum cahaya terlihat urutan jumlah gelembung dari paling kecil ke besar yaitu hijau, merah, biru , kuning.

BAB V

PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

5.1 Pengaruh cahaya matahari terhadap proses fotosintesis tanaman berkrolofil.

5.2.1 Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari terhadap Proses Fotosintesis.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari hasil percobaan, didapatkan hasil, jumlah gelembung yang tercatat pada gelas kimia B (terkena cahaya matahari langsung) lebih banyak daripada jumlah gelembung A (tempat teduh).

Gelembung yang muncul pada percobaan kami merupakan O2, yang dihasilkan pada proses fotosintesis. Gas O2 dihasilkan dari tahapan reaksi terang, yang membutuhkan cahaya matahari. O2 diperoleh dari hasil oksidasi H2O menjadi ½ O2 dan 2 H+, dalam proses ini yang menjadi reduktornya adalah P680+ (Anonim).

Elektron H+ selain mengoksidasi P680+, juga mengoksidasi NADP+menjadi NADPH.

Intensitas cahaya matahari yang diterima Hydrilla mempengaruhi laju reaksi terang dari keseluruhan proses fotosintesis tersebut.Semakain besar intensitas cahaya matahari yang diterima maka, reaksi terang pun berjalan lebih cepat, dan jumlah O2 yang dihasilkan pun bertambah, dikarenakan laju pengangkutan elektron oleh Fotosistem bertambah cepat, sehingga proses pengoksidasian H2O lebih cepat. Peningkatan intensitas cahaya matahari, akan berpengaruh terhadap keterlibatan jumlah fotositem. Jika intensitas cahaya matahar terus ditingkatkan maka jumlah fotosistem yang terlibat dalam penyerapan energi semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini, keefektifitasan penggunaan fotosistem tergantung pada jumlah cahaya matahari yang diterima tumbuhan. Pada suatu titik tertentu penggunaan fotosistem akan berjalan maksimal.Sehingga peningkatan Intensitas cahaya matahari tidak akan berpengaruh. Hal ini didapatkan dari hasil analisis pada gelas kimia B. Pada 5 menit ke II mengalami peningkatan, jumlah gelembung sedangkan 5 ke III mengalami penurunan.

Dilihat dari waktu percobaan, pada gelas kimia B 5 menit pertama jumlah gelembung yang dihasilkan sebanyak 571, 5 menit II 745, 5 menit III 711. Sedangkan pada gelas kimia A (tempat redup) 5 menit I menghasilkan gelembung sebanyak 60, 5 menit II menurun menjadi 25, 5 menit III menjadi 23. Dapat kami analisa,pada gelas kimia B, laju proses fotosintesis semakin cepat. Hydrilla menangkap sinar matahari secara bertahap, dari tempat redup (dalam ruangan ; tempat merangkai percobaan ingenhouzs) hingga mendapatkan cahaya yang optimal. Namun jika dibandingkan dengan Gelas Kimia A ,laju fotosintesis menurun, hal ini disebabkan oleh intensitas cahaya yang diterima hydrila pada tabung A tidak cukup, dan terdapat kemungkinan fotosintesis akan berhenti.

5.2 Pengaruh Panjang Gelombang terhadap Proses Fotosintesis.

Cahaya matahari tampak yang memilki berbagai macam jenis sinar yang ditinjau dilihat dari panjang gelombang seperti sinar ungu (380-450 nm), sinar biru (450-500nm), sinar hijau (500 – 550 nm), sinar kuning (550 – 600 nm), sinar jingga (600 – 650 nm), sinar merah (650 – 700 nm), sinar violet (700-750nm).

Setiap panjang gelombang akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap proses fotosintesis. Menurut Istamar Syamsuri pada bukunya, didalam kloroplas terkandung beberapa jenis pigmen, yaitu karotenoid. Krolofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Klorofil a mampu menyerap terutama cahaya merah dan biru ungu. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Klorofil a terlihat hijau karena memantulkan cahaya hijau. Klorofil b, menyerap terutama cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya hijau-kuning. Karotenoid, adalah pigmen kuning oranye yang menyerap cahaya biru-hijau.

Sehingga dalam reaksi terang panjang gelombang yang dibutuhkan adalah cahaya merah, dan cahaya biru -ungu. Kedua spektrum cahaya ini, mempengaruhi jumlah gelembung O2 yang dihasilkan.

Berdasarkan data yang kami peroleh dimana pada saat gelas kimia ditutupi dengan kertas minyak berwarna hijau,terdapat lebih banyak gelembung yang muncul, dibandingkan dengan dengan gelas kimia yang dibungkus kertas minyak merah, biru, kuning

Pada tabung F (pembungkus hijau) 5 menit I dihasilkan 1027 gelembung, 5 menit II dihasilkan 1018 gelembung, 5 menit III dihasilkan 1155 gelembung. Pada tabung G (pembungkus biru) 5 menit I dihasilkan 161 gelembung, 5 menit II dihasilkan 281 gelembung, 5 menit III dihasilkan 283 gelembung. Pada tabung H (pembungkus merah) dihasilkan 5 menit I menghasilkan 102 gelembung, 5 menit II 461 gelembung, 5 menit III dihasilkan 603 gelembung. Pada tabung I 5 menit I menghasilkan 226, 5 menit II menghasilkan 194 gelembung, 5 menit III menghasilkan 86 gelembung.

Dilihat dari perlakuan yang di berikan kepada ke 4 gelas kimia tersebut, hanya terdapat perbedaan warna kertas minyak yang digunakan. Kertas minyak hijau memantulkan gelombang hijau, yang tidak diperlukan dalam proses fotosintesis, sehingga gelombang cahaya tampak yang masuk ke dalam gelas kimia adalah semua gelombang selain gelombang hijau. Hal ini menguntungkan bagi klorofil a, yang menyerap cahaya merah, biru – ungu. Klorofil yang berperan langsung dalam reaksi terang ini, akan diperingan pekerjaannya dengan tidak memantulkan cahaya hijau sebesar cahaya merah, biru-ungu yang diterima. Sehingga reaksi terang berlangsung lebih cepat dan oksigen yang dihasilkan bertambah banyak. Sementara kertas minyak biru, merah akan memantulkan cahaya biru dan merah pula. Hal ini yang mengakibatkan klorofil a mendapatkan sedikit cahaya merah, biru, dan jumlah gelembung yang dihasilkan pun semakin sedikit.

5.2 Pengaruh Suhu Terhadap Proses Fotosintesis Tanaman Berkrolofil.

Suhu bepengaruh terhadap laju fotosintesis terutama terhadap reaksi terang. Hal ini berpengaruh terhadap pergerakan (energi kinetik) elektron. Suhu yang tinggi akan mempercepat pergerakan (meningkatkan energi kinetik) elektron dalam proses tansfer elektron, sehingga proses pemecahan H2O berjalan lebih cepat, sedangakan pada suhu rendah energi kinetik elektron akan menurun sehingga proses tarnsfer elektron sksn berjalan lambat.Suhu optimal untuk proses fotosintesis adalah kurang lebih 300 C. Hal ini dapat dianalisa dari enzim yang bekerja pada proses fotosintesis, bekerja optimum pada suhu tersebut. Jika lebih dari suhu 450 C tersebut maka enzim tidak adapat bekerja(terdenaturasi) dan tanaman akan mati. Suhu dibawah 100 celcius fotosintesis tidak akan berjalan (enzim dalam keadaan inaktif). Berdasarkan data yang diperoleh, pada suhu 350 C jumlah gelembung yang dihasilkan sebanyak 1080 gelembung pada 5 menit I, 5 menit II mengasilkan 2104 gelembung, dan 2971 pada 5 menit ke III.

5.3 Pengaruh kadar CO2 (NaHCO3), terhadap fotosintesis tanaman berkrolofil.

Selain H2O, senyawa lain yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis adalah CO2. Karbondioksida merupakan bahan dasar untuk pembentukan energi (amilum) dalam proses fotosintesis. CO2 diperlukan pada saat tahap reaksi gelap. O2 tidak dihasilkan pada reaksi gelap ini.

Penambahan CO2 akan berpengaruh terhadap pembentukan energi. Semakin banyak CO2 yang tersedia, semakin cepat proses pembentukan energi(pada ambang jumlah CO2tertentu). Akan tetapi CO2 tidak diperlukan dalam reaksi terang, sehingga penambahan CO2 tidak akan berpengaruh terhadap jumlah gelembung yang dihasilkan (O2) hal ini sesuai dengan hasil percobaan kami, pada 5 menit I dihasilkan 438 gelembung, 5 menit II dihasilkan 610 gelembung, 5 menit ke tiga dihasilkan 670 gelembung. Hasil ini lebih kecil jika dibandingkan dengan hydrilla yang tidak ditambahkan NaHCO3 dan diletakkan di tempat mendapatkan cukup cahaya yaitu, 5 menit I 571 gelembung, 5 menit ke II dihasilkan 745 gelembung, 5 menit ke III 711 gelembung. Pada percobaan kami penambahan NaHNO3 dimaksudkan untuk menambah kadar CO2 dalam air. NaHNO3 akan telisis oleh cahaya matahari menjadi NaOH dan CO2. Persamaan reaksi :

NaHCO3 + H2O " NaOH + CO2 + H2O.

Penambahan senyawa NaHCO3 tidak berpihak terhadap pembentukan O2. Dianalisis dari hasil percobaan, terjadi penurunan jumlah gelembung pada gelas kimia yang ditambah NaHCO3 dengan gelas kimia yang diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari langsung. Penurunan ini merupakan imbas dari terbentukknya senyawa NaOH, sebagai hasil penguraian NaHNO3.

BAB VI

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh :

a. Panjang gelombang sinar tamapak matahari yang diterima oleh tumbuhan.

b. Intensitas Cahaya.

Semakin besar intensitas cahaya matahari yang dioterima, proses fotosintesis akan berjalan lebih cepat, khususnya pada tahap reaksi terang.

c. Suhu.

Suhu yang optimum untuk proses fotosintesis adalah 300C. Namun fotosintesis dapat juga berlangsung pada suhu 100C> fotosintesis < 450 C.

d. CO2.

CO2 akan tidak akan mempengaruhi jumlah O2 yang dilepaskan dalam reaksi terang.

2. Pelepasan O2 oleh tanaman dipengaruhi oleh suhu, intensitas cahaya matahari, dan panjang gelombang sinar tamapak yang diterima oleh tanaman.

5.2 Saran

Sebaiknya percobaan membutuhkan waktu yang lama, agar terlihat jelas pengarh faktor –faktor yang diuji terhadap proses fotosintesis suatu tanaman hijau. Selain itu, jenis tanaman (hydrilla), kualitas tanaman(hydrilla) yang digunakan pada percobaan ini selanjutnya diharapkan sama pada setiap gelas kimia.

5.3 Pertanyaan :

  1. Gas apakah yang ada pada gelembung udara tersebut ? dan bagaimana proses terbentuknya ?
  2. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan tersebut ? jelaskan !
  3. Dari kegiatan yang dilakukan, tentukan a. Variabel bebas, b. Variabel dan terikatnya
  1. Pada perlakuan manakah antara tempat kena sinar matahari langsung atau dalam ruangan yang lebih banyak gelembung udara ? mengapa demikian ?
  2. Apakah tujuan penambahan NaCHO3 pada tabung E ? jelaskan berdasarkan hasil percobaan setelah dibandingkan dengan prlakuan no. B ?
  3. Jelaskan bagaimana gelembung pada tabung C ( diletakanalat pada tempat yang terkena cahaya mat matahari langsung dan ditambahkan es) ahari langsung dan ditambahkan air hangat). Dan tabung D, ( diletakkan alat pada tempat yang terkena cahaya

Jawaban

1. Gas yang terbentuk padagelembung udara adalah gas oksigen. Gas ini dihaslkan dari reaksi terang. Tepatnya hasil dari pemecahan H20 menjadi H+ dan ½ O2. H2O teroksidasi oleh P680+.

2H20 " 4H+ + O2 + 4ê

2. Perbedaan jumlah gelmbung pada masing – masing gelas kimia, diakibatkan oleh perbedaan perlakuan yang diberikan masing - masing kepada tabung tersebut. Dari perlakuan berbeda tersebut kami dapat mengetahui yang menyebabkan perbedaan jumlah gelembung pada masing – masing tabung yaitu :

a. Intensitas Cahaya

b. Jenis Gelombang yang diterima

c. Suhu

3. Variabel -Variabel

a.Variabel terikat adalah jumlah gelembung yang muncul.

b. Variabel bebas adalah intensitas sinar matahari, NaHCO3, suhu, dan kertas minyak.

c. Variabel kontrol adalah jumlah dan jenis hydrila yang digunakan.

4. Perlakuan antara tempat yang terkena sinar matahari langsung dengan yang didalam ruangan yang menghasilkan lebih banyakgelembung adalah di tempat terkena cahaya matahari karena intensitas cahaya matahari yang diterima Hydrilla pada masing – masing gelas reaksi berbeda. Perbedaan penerimaan intensitas cahaya akan mempengaruhi laju reaksi terang dari keseluruhan proses fotosintesis tersebut.Semakain besar intensitas cahaya matahari yang diterima maka, reaksi terang pun berjalan lebih cepat, dan jumlah O2 yang dihasilkan pun bertambah, dikarenakan laju pengangkutan elektron oleh Fotosistem bertambah cepat, sehingga proses pengoksidasian H2O lebih cepat, begitu sebaliknya semakin sedikit intensitas cahaya mataharai yang diterima, maka reaksi terang berjalan lambat dangas O2 yang dihasilkan juga sedikit.

5. Pada percobaan kami penambahan NaHNO3 dimaksudkan untuk menambah kadar CO2 dalam air. NaHNO3 akan telisis oleh cahaya matahari menjadi NaOH dan CO2. Persamaan reaksi :

NaHCO3 + H2O " NaOH + CO2 + H2O.

Penambahan senyawa NaHCO3 tidak berpihak terhadap pembentukan O2

Pada gelas kimia E 5 menit I dihasilkan 438 gelembung, 5 menit II dihasilkan 610 gelembung, 5 menit ke tiga dihasilkan 670 gelembung. Hasil ini lebih kecil jika dibandingkan dengan hydrilla yang tidak ditambahkan NaHCO3 dan diletakkan di tempat mendapatkan cukup cahaya (gelas kimia B) yaitu, 5 menit I 571 gelembung, 5 menit ke II dihasilkan 745 gelembung, 5 menit ke III 711 gelembung.

Penambahan senyawa NaHCO3 tidak berpihak terhadap pembentukan O2. Dianalisis dari hasil percobaan, terjadi penurunan jumlah gelembung pada gelas kimia yang ditambah NaHCO3 dengan gelas kimia yang diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari langsung. Penurunan ini merupakan imbas dari terbentukknya senyawa NaOH, sebagai hasil penguraian NaHNO3.

6. Suhu bepengaruh terhadap laju fotosintesis terutama terhadap reaksi terang. Hal ini berpengaruh terhadap pergerakan (energi kinetik) elektron. Suhu yang tinggi akan mempercepat pergerakan (meningkatkan energi kinetik) elektron dalam proses tansfer elektron, sehingga proses pemecahan H2O berjalan lebih cepat, sedangakan pada suhu rendah energi kinetik elektron akan menurun sehingga proses trnsfer elektron sksn berjalan lambat.Suhu optimal untuk proses fotosintesis adalah 28-320 C. Jika lebih dari suhu 450 C tersebut maka tanaman akan mati. Suhu dibawah 100 celcius fotosintesis tidak akan berjalan. Berdasarkan data yang diperoleh, pada suhu 350 C jumlah gelembung yang dihasilkan sebanyak 1080 gelembung pada 5 menit I, 5 menit II mengasilkan 2104 gelembung, dan 2971 pada 5 menit ke III. Sedangkan pada suhu 150 C, didapatkan hasil, 5 menit I jumlah gelembung 60, 5 menit ke II 25 gelembung, 5 menit ke III 23 gelembung.

5.4 Daftar Pustaka

Anonim.2008. Faktor – Faktor Pembatas Fotosintesis. Artikel. Terdapat pada http://forum.o-fish.com. Diakses tanggal 30 September 2009

Permana, Agus.D,dkk.2006. Biologi untuk SMA.Bandung:TOBI

Saymsuri, Istamar, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XII Semester 1. Malang : Erlangga

Wardono, Agus, dkk. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Semester Gasal. Klaten: Viva Vakarindo

3 komentar:

PAPI AJUZ mengatakan...

sip ....
-SGD B7's LEADER-

Anonim mengatakan...

wow

Anonim mengatakan...

Izin utk mengkopi ya Terima kasih (hendi)